GLITTER

Alternatif untuk Menyimpan Barang-barang Bekas

January, 13 2019 | Glitter

Barang bekas gak hanya dibuang atau disumbangkan saja, cari tahu pilihan yang tepat untuk menyimpan barang bekas

Setelah pertunjukan Netflix dari Kondo berjudul Tidying Up with Marie Kondo, dan bukunya yang berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up, orang-orang di seluruh dunia tampak antusias. Jika kamu telah menonton pertunjukan atau membaca bukunya, maka kamu tahu bahwa urutan cara merapikan barang-barang adalah penting.

"Mulailah dengan pakaian, kemudian beralih ke buku, kertas, komono (bermacam-macam barang), dan juga hal-hal yang memiliki nilai sentimental," tulis Kondo. “Jika kamu mengurangi apa yang kamu miliki dalam urutan ini, pekerjaanmu akan berjalan dengan mudah. Mulailah dengan hal-hal yang mudah terlebih dahulu dan tinggalkan yang paling sulit di bagian terakhir, kamu dapat mengasah keterampilan ini secara bertahap sehingga pada akhirnya proses ini tampak sederhana dan mudah dilakukan.”

Tetapi apa yang kamu lakukan dengan semua hal yang tidak memicu kebahagiaan? Dengan kategori yang ia gambarkan, kamu memiliki 4 peluang berbeda untuk membuang barang-barang. Dan toko barang bekas tidak bisa menangani semuanya. Berikut cara menyumbang, mendaur ulang, dan menjual kembali barang-barangmu secara efektif.

Pakaian

pakaian bekas
  • Menjual ke situs penjualan barang bekas

Setelah kamu memilah lemari pakaian, ada beberapa langkah-langkah berbeda yang bisa kamu ambil sebelum mengangkut semuanya untuk disumbangkan. Pertama, jika kamu memiliki beberapa item dengan merek ternama, kamu mungkin dapat menjualnya di situs-situs penjualan barang bekas.

  • Disumbangkan

Jika ingin menjadikannya sebagai sumbangan, kamu bisa memberikannya kepada saudara ataupun tetangga yang membutuhkan. Bisa juga menyerahkannya ke penampung pakaian/pusat donasi. Kamu bisa menyumbangkan pakaian hari-hari yang ringan, aksesori dan sepatu.

  • Daur ulang

Perlu diingat, pakaian yang sobek, bernoda atau rusak tidak dapat dijual kembali. Demikian pula, pusat donasi bukan tempat sampah untuk semua barang kotormu. Namun, kamu dapat mendaur ulangnya. Kamu juga bisa menggunakan kaos lama dan sejenisnya sebagai kain dapur. Hubungi juga tempat penampungan hewan setempat, apakah mereka menerima pakaian lama (baik sebagai lap atau bahkan sweater untuk hewan), terutama linen.

Toko ritel seperti Levi's, H&M, dan Madewell juga mendaur ulang jenis pakaian tertentu untuk pelanggan (misalnya, Madewell mendaur ulang jeans). Jika kamu atau siapapun tertarik mengenakan seragam sekolah yang kondisinya masih baik, tanyakan kepada sekolah untuk mengecek apakah mereka menerima sumbangan seragam sekolah untuk siswa.

Buku/Kertas

buku bekas
  • Memberhentikan langganan katalog, atau buletin

Kertas tentu saja bisa didaur ulang. Dan untuk mengurangi menimbunnya kertas, hubungi perusahaan yang mengirimkan katalog yang tidak lagi kamu butuhkan, dan batalkan langganan yang sebenarnya tidak kamu baca.

  • Ganti tagihan dan notifikasi bank dengan pembayaran otomatis dan laporan elektronik
  • Menjual/Menyumbangkan buku

Buku sedikit lebih rumit. Namun kamu memiliki lebih banyak opsi. Salah satunya adalah dengan menjualnya di toko buku bekas atau situs penjualan barang/buku bekas. Selain itu, kamu bisa menyumbangkannya ke perpustakaan setempat, toko buku bekas, sekolah, dll., Bisa saja mereka menerima sumbangan atau sedang mencari jenis buku tertentu. Jika kamu memiliki koleksi seperti komik yang tidak lagi dibaca, perpustakaan adalah langkah awal yang baik.

Komono

barang bekas

Komono artinya bermacam-macam.

Perangkat Elektronik

Jika kamu ingin membersihkan item teknologi yang pernah memiliki akun yang terikat padanya — komputer, ponsel, tablet, perangkat game, perangkat rumah pintar - hapus semua data dari produk dan pisahkan dengan akunmu.

Kemudian, cek apakah produk tersebut dapat dijual di toko seperti ecommerce, tempat kamu membeli barang tersebut atau situs penjualan barang bekas.

Solusi termudah adalah menjual kepada teman atau orang terdekat. Jika kamu tidak bisa menjualnya, ingatlah bahwa produk elektronik juga dapat mengandung zat beracun, seperti timah, merkuri, dan kadmium, yang semuanya harus dibuang dengan hati-hati. Coba cek sekolah atau perpustakaan setempat yang menerima sumbangan perangkat elektronik.

Kosmetik

Selain teknologi, ada lebih banyak pilihan. Beberapa toko akan memberimu diskon atau kupon jika mengembalikan barang-barang tertentu ke toko untuk didaur ulang. Misalnya, Kiehl akan memberi cap untuk produk travel-size gratis untuk setiap botol kosong yang kamu bawa ke toko. Begitu pula The Body Shop yang memberi diskon untuk kemasan kosong tertentu yang kamu kembalikan.

Perabotan

Perabotan agak lebih rumit karena biasanya berada dalam bentuk yang besar dan/atau berat. Namun kamu dapat menyumbangkannya pada siapapun yang membutuhkan.

Mainan

barang bekas

Untuk mainan lama seperti mobil-mobilan, boneka, dll, kamu dapat memberikannya pada saudara kecil, menghubungi rumah sakit anak-anak setempat, kantor dokter, tempat penitipan anak, tempat pengungsian anak-anak, dsb. Setiap anak menginginkan jenis mainan dan pilihan hiburan tertentu. Jadi periksa kembali sebelum kamu menyumbangkan barang apa pun ya.

Peralatan Dapur

Alat-alat dapur lama perlu dibersihkan dan kemudian dapat disumbangkan ke toko barang bekas, tempat tinggal atau organisasi tertentu. Jika kamu ingin mendaur ulangnya, kamu harus berhati-hati karena setiap peralatan memiliki bagian yang berbeda (plastik, logam, dll.).

Peralatan dapur dari gelas dan plastik kemungkinan dapat didaur ulang, tetapi untuk peralatan masak dari logam semacam panci dengan lapisan anti-lengket tidak selalu dapat didaur ulang.

Barang Sentimental

Ini merupakan item paling sulit untuk dipisahkan. Jika kamu kesulitan menyingkirkan foto-foto lama dan barang-barang lain yang menyimpan kenangan, perhatikan saran berikut:

Pertama, pertimbangkan untuk mewariskan barang, khususnya warisan keluarga. Atau, pikirkan cara-cara agar kamu dapat membuat kembali barang-barang lama agar lebih cocok dengan gaya hidup sekarang. Lalu, periksa arsip dan museum setempat jika kamu merasa memiliki benda bernilai sentimental. (Ini hanya saran dalam mengurangi barang-barang, bukan berarti kamu harus melakukannya. Jika barang tersebut benar-benar bisa memicu kegembiraan, maka simpanlah.)

Semua tips ini hanya tentang berbagai pilihan menjual kembali, daur ulang, atau menyumbangkannya. Luangkan waktu untuk meneliti situs online yang bisa menjual barang bekas daripada membuangnya ke tempat sampah atau menyumbangkannya. Butuh waktu, dan ini tidaklah selalu mudah. Pada akhirnya, kamu akan merasa lebih baik setelah menemukan rumah baru yang tidak dipenuhi dengan banyak barang.

Berbagi Yuk!