GLITTER

6 Cara Membuat Pakaian Lebih Awet dan Ramah Lingkungan

January, 23 2019 | Glitter

Buat pakaian yang kamu miliki agar lebih awet dan ramah lingkungan

Keputusan dalam belanja memiliki dampak katastropik pada bumi. Dengan munculnya pertumbuhan fast fashion, industri pakaian sekarang berada di posisi kedua dalam hal pencemar terbesar di dunia setelah industri bahan bakar fosil!

Di Australia, rata-rata orang membeli 27 kilogram pakaian setiap tahun dan hanya mengenakan barang 7 kali sebelum mendonasikan atau membuangnya. Jadi apa yang terjadi pada semua pakaian bekas ini? Alih-alih membuang pakaian, beberapa dari kita menyumbangkannya ke toko barang bekas atau ke orang yang membutuhkan. Tetapi kenyataannya adalah, hanya 15% dari pakaian bekas yang didonasikan memenuhi permintaan dan standar kualitas untuk dijual kembali secara lokal. Sisanya dikirim ke luar negeri, diubah menjadi kain, atau dikirim ke tempat pembuangan sampah.

Penjual pakaian fast fashion kini menciptakan 52 mode musiman dalam setahun. Dengan bantuan iklan, mereka mengambil untung dari ekspektasi yang tidak realistis bagi konsumen untuk mengikuti 'tren' yang berubah dengan cepat. Mentalitas ini merupakan bencana bagi planet kita dan juga berdampak pada cara kita memandang diri sendiri.

Jadi bagaimana caranya menghindari fast fashion? dan membuat pakaian lebih awet sekaligus ramah lingkungan? Simak tipsnya berikut ini!

Beli barang bekas

beli baju bekas

Tren mode musiman dapat berubah di setiap minggu. Pakaian baru diproduksi lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan untuk membaca kalimat ini. Membeli barang bekas adalah cara terbaik untuk mengurangi sampah pakaian kamu.

Selain lebih ramah lingkungan, berbelanja barang bekas adalah cara yang tepat untuk menemukan pakaian unik berkualitas tinggi dengan harga yang sangat murah.

Bangun lemari pakaian kapsul

Mengambil keputusan kadang-kadang sulit dilakukan, terutama soal memilih pakaian apa yang harus dipakai setiap pagi. Padahal kita bisa meminimalisir hal tersebut demi membuat ruang pikiran yang lebih leluasa untuk keputusan yang lebih penting. Lemari kapsul bisa menjadi solusinya. Lemari pakaian kapsul hanya terdiri dari 30 barang berkualitas, paling disukai, dan eksklusif.

Untuk memanfaatkan lemari pakaian secara maksimal, pastikan untuk memilih pakaian yang paling dibutuhkan terlebih dahulu, dan pastikan bahwa semua barang bisa dicocokkan di berbagai gaya.

Investasikan pakaian berkualitas saat membeli baru

pakaian berkualitas

Membeli pakaian berkualitas bukan hanya tentang mencari label yang 'diproduksi secara berkualitas'. Ada banyak aspek pada item pakaian yang membuatnya awet atau tidak awet seperti tempat pakaian itu dibuat. Karbon yang dibutuhkan untuk membuat pakaian dapat berkontribusi terhadap perubahan iklim. Apakah harganya mencerminkan kualitasnya? Jika pakaiannya murah dan dibuat dengan harga murah, kecil kemungkinan untuk awet. Pastikan untuk memeriksa jahitan dan kulitas kain yang diproduksi.

Sadarilah kalau kamu tidak perlu pakaian lagi

Sebagian besar dari kita merasa bersalah karena membeli lebih banyak barang daripada yang sebenarnya kita butuhkan. Tetapi menolak konsumsi berlebihan adalah soal belajar mencintai apa yang sudah kita miliki. Padu-padankan pakaianmu untuk menciptakan gaya baru dan belajar mencintai pakaian yang sudah ada, meski kamu sudah memilikinya sekian lama. Pengalaman membuat kita lebih bahagia daripada hal-hal lain, jadi gantilah kegiatan belanja dengan hobi yang memberikan pengalaman.

Belajar menjahit

belajar menjahit

Kamu tidak perlu membuat seluruh pakaian dari awal. Tetapi memiliki keterampilan menjahit akan sangat bermanfaat bagi planet dan dompetmu. Dengan memperbaiki pakaian yang rusak, kamu dapat memperpanjang masa pakainya dan mengurangi jumlah pakaian yang dikirim ke tempat pembuangan sampah.

Jangan terlalu sering mencuci pakaian

Demi mengurangi karbon, cucilah pakaian dengan jangka waktu yang jarang. Ini juga akan membuatnya lebih awet. Setelah dipakai sekali, sebisa mungkin gantung pakaian di bawah sinar matahari untuk membunuh bakteri penyebab bau. Saat mencuci, gunakan suhu dingin dan hindari pengering untuk menjaga integritas kain agar lebih awet.

Dengan menggabungkan keenam tindakan ramah lingkungan di atas dan juga selalu memilih kualitas daripada kuantitas, kita semua dapat membantu mengakhiri tren fast fashion.

Berbagi Yuk!