GLITTER

6 Hal yang Harus Kamu Hindari Saat Temanmu Sedang Depresi

July, 18 2018 | Glitter

Perlakukan temanmu yang terkena depresi dengan sebaik mungkin ya

Depresi, kecemasan, gangguan bipolar, dan jenis penyakit mental lainnya menjadi isu yang banyak dialami banyak orang. Gak peduli orang biasa atau figur publik sekalipun bisa mengalaminya.

Adanya stigma sosial membuat banyak orang memilih untuk bungkam dengan gangguan yang mereka alami ini. Jadi beruntunglah jika temanmu menceritakannya tanda-tanda kalau mereka mengalaminya.

Karena artinya kamu bisa memilih untuk membantu dan juga mencegah tingkat keparahan gangguan yang dialami temanmu.

Berikut Glitter bagikan 7 hal yang sebaiknya kamu hindari saat temanmu sedang melawan depresi.

1. Jangan menciutkan perasaannya

Saat temanmu mencoba mengungkapkan rasa depresi yang dialaminya, sebaiknya kamu bersabar dalam mengucapkan kalimat yang akan dilontarkan kepadanya. Apalagi yang mengandung unsur penolakan terhadap apa yang diungkapkannya.

Tahan diri untuk bicara hal yang gak penting atau yang berpotensi menciutkan perasaannya seperti, "halah, cuma gitu doang, harusnya lo bisa ngelawan sih."

Depresi adalah sebuah penyakit yang kompleks yang gak bisa disembuhkan hanya dengan obat yang dijual di apotek saja. Kata-kata yang gak penting justru bisa bikin suasana tambah runyam.

Cukup dengarkan, berbaik hati dalam merespon, dan berusahalah untuk menyenangkan hatinya.

Unsplash/Joshua Sazon

2. Jangan paksa dirimu untuk menjawab semua masalahnya

Kadang yang dibutuhkan oleh orang yang mengalami depresi hanyalah didengarkan. Saat kamu mendengarkan temanmu bercerita, kamu gak bisa menyelesaikan semua masalahnya karena kamu bukanlah seorang psikiater profesional.

Tapi kamu bisa memberikan dukungan di waktu itu juga dan membantunya terhubung dengan orang yang tepat dan dapat membantunya sembuh dari depresi.

3. Jangan tunggu temanmu meminta apa yang dia butuhkan

Ketimbang mengatakan "hubungi aku saja kalau kamu butuh curhat atau apapun", lebih baik kamu yang berinisiatif duluan untuk menghubunginya duluan. Kenapa?

Karena kadang orang yang mengalami depresi terlalu malas untuk menghubungi teman dekatnya sekalipun bahkan berbalas pesan.

Artinya, jika kamu yang ingin membantu temanmu melewati depres, jangan tunggu atau menyuruhnya menghubungimu terlebih dulu. Tapi hubungi/datangi dia terlebih dulu dan tanyakan keadaannya.

Unsplash/Xavier Sotomayor

4. Jangan ragu untuk melibatkan orang terdekatnya

Jika kamu mengetahui gejala depresi yang dialami seseorang tapi kamu gak memiliki hubungan yang terlalu dekat dengannya, jangan ragu buat melibatkan orang terdekatnya untuk mengurangi rasa depresi yang dialami.

Baik itu sahabat, saudara atau mungkin keluarganya bisa berperan lebih besar untuk membantu meminimalisir rasa depresi yang menghampiri. Kalian bisa jalan bareng, ngobrol dan berbagi banyak hal.

Dengan begtu, perlhan-lahan kamu bisa mengenal sekaligus mengerti keadaannya sehingga memudahkanmu mencari solusi.

5. Jangan beri tahu masalah tersebut ke orang-orang yang gak perlu mengetahuinya

Buat membicarakan soal depresi aja sulit bagi sebagian orang, apalagi kalau berbagi cerita kepada orang-orang yang sebenarnya gak perlu tahu soal ini.

Jika kamu sebagai teman yang tahu soal hal tersebut, berusahalah untuk tetap menjaga privasi soal depresi yang dialami temanmu tersebut. Apalagi ke teman kantor atau teman sekolahnya. It's a big no, kecuali ke sahabat terdekatnya.

Unsplash/Yuris Alhumaydy

6. Jangan takut untuk bertanya apakah dia ada keinginan bunuh diri atau nggak

Walaupun isu soal bunuh diri adalah sensitif bagi sebagian orang, namun demi kebaikan, kamu bisa menanyakannya kepada teman yang memiliki gejala depresi.

Ini penting agar kamu lebih bisa mencegahnya lebih awal dengan meminta pertolongan kepada orang lain atau melakukan pencegahan melalui treatment yang baik kepada temanmu.

Berbagi Yuk!