GLITTER

9 Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja yang Jarang Orang Sadari

July, 20 2018 | Glitter

Jangan-jangan di lingkungan kerjamu sudah sering terjadi pelecehan seksual

Pelecehan seksual dapat terjadi di mana-mana, termasuk pula di tempat kerja. Sayangnya, banyak pula karyawan yang menganggap itu sebagai hal yang wajar dan biasa saja.

Sehingga mereka memilih untuk bungkam dan menerima itu sebagai bagian dari interaksi antar rekan kerja.

Padahal, kalau kalau dibiarkan begitu saja, perilaku tersebut bakal semakin berkembang biak dan merugikan berbagai pihak. Kebiasaan ini juga bisa merusak lingkungan kerja dan juga moral generasi berikutnya.

Nah, apa saja sih yang jadi bentuk pelecehan seksual di lingkungan kerja? Simak 9 diantaranya yang sudah Glitter.id rangkum berikut ini ya!

1 . Mendengar komentar yang gak pantas

Suatu tindakan yang dikatakan sebagai pelecehan seksual di tempat kerja bukan semata-mata tindakan yang kamu alami secara pribadi saja. Tapi juga ketika kamu mendengar komentar tidak pantas benada pelecehan seksual.

Siapapun yang mengalami pengaruh atas perilaku yang gak pantas tersebut bisa melaporkannya meski mereka bukan korban secara langsung.

Misalnya kamu mendengar seseorang berujar ke karyawan lain yang mengandung konteks melecehkan, itu bisa disebut pelecehan.

Sebab, pada intinya, tidak seorangpun boleh melontarkan komentar tak pantas di tempat kerja, terlebih jika berhubungan dengan seksualitas.

Unsplash/Alekzan Powell

2. Menyebarkan gosip tentang kehidupan pribadi seseorang

Banyak orang menganggap kalau hanya tindakan fisik atau ucapan yang tidak pantas kepada seseorang adalah pelecehan. Padahal menyebarkan gosip tentang kehidupan seseorang juga bisa disebut pelecehan nih.

Jika kamu membuat seseorang merasa berada di tempat kerja yang gak aman, itu bisa dibilang pelecehan.

So, kalau ada orang lain yang menggosipkan kehidupan personalmu, terutama soal seksualitas, kamu punya hak untuk bicara dan melapornya.

3. Melihat gambar-gambar bersifat seksual

Melihat atau memajang poster, gambar, lukisan, wallpaper, screensavers, atau foto bernuansa seksual juga bisa disebut sebagai pelecehan seksual lho.

Gak peduli dia melakukannya secara diam-diam, atau berusaha gak ketahuan dengan rekan kerja yang lain, tapi saat kamu atau orang lain gak sengaja melihatnya, itu bisa masuk pelecehan seksual.

Jadi, jika kamu menemukan rekan kerjamu sedang melihat sesuatu yang gak senonoh di tempat kerja dan itu membuatmu gak nyaman, silakan melaporkannya.

Unsplash/Attentie Attentie

4. Menanyakan pengalaman seksual seseorang

Menanyakan soal pengalaman seksual rekan kerjamu sangatlah gak sopan. Apalagi terkait masa lalunya.

Biar bagaimanapun, menanyakan pengalaman seksual seseorang bisa membuat dirinya tersinggung dan gak nyaman. Sehingga pertanyaan tersebut amat sangat gak bisa diterima di lingkungan pekerjaan.

5. Bikin lelucon soal seks

Banyak orang berpikir kalau sebuah lelucon tentang seks terlalu beresiko di tempat kerja, meski pada akhirnya hal tersebut tetap dilakukan.

Seberapapun kamu berpikir kalau itu hal yang lucu, lelucon soal seks bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual apabila ada orang lain yang terganggu ketika mendengarnya.

Kalau kamu suka dibuat gak nyaman dengan lelucon aneh bernuansa seksual, ada baiknya bicara dengan seseorang yang kira-kira bisa membantu ya.

Unsplash/Katrina Berban

6. Kepo berlebihan soal hubungan rekan kerja dengan pasangannya

Apapun jenis komentar yang gak sebenarnya diinginkan oleh seseroang bisa dikategorikan sebagai pelecehan.

Misalnya saat rekan kerjamu terus bertanya soal hubunganmu dengan pasanganmu padahal kamu sendiri jelas-jelas gak mau membicarakannya, itu sudah termasuk pelecehan.

7. Mengomentari orientasi seksual seseorang atau identitas gendernya

Memberikan komentar yang gak sopan soal orientasi seksual atau identitas gender seseroang bukan hal yang wajar untuk diungkapkan.

Jika itu membuatmu gak nyaman dan kamu sudah memintanya untuk berhenti berkomentar namun dia tetap meneruskan komentar gak sopannya, jangan ragu buat melaporkannya deh.

Unsplash/David Yanutama

8. Mengkritik & mengintimidasi salah satu gender

Pelecehan seksual tidak harus sugestif secara seksual. Perilaku pelecehan juga dapat melanggar hukum jika didasarkan pada jenis kelamin.

Misalnya, jika kamu seorang wanita yang bekerja sebagai teknisi diantara mayoritas karyawan laki-laki, kamu bisa jadi satu-satunya sasaran pelecehan karena kamu adalah minoritas.

Meskipun kinerja pekerjaanmu sama dengan rekan kerja yang lain, gendermu yang berbeda bisa jadi bahan empuk bentuk pelecehan seksual apabila ada yang mengkait-kaitkan gender dan dirimu.

9. Menatap tubuh seseorang secara seksama

Pelecehan seksual gak cuma yang langsung berefek pada tubuh atau indera kita, melainkan juga tindakan non verbal dan non fisik.

Misalnya, jika seseorng menatap tubuhmu sehingga membuatmu merasa gak nyaman, itu bisa disebut pelecehan seksual.

Unsplash/Max Nelson

Jangan ragu buat merekam peristiwa pelecehan seksual yang kamu alami dan melaporkannya ke pihak berwenang.

Berbagi Yuk!