GLITTER

11 Hal Sepele yang Sebenarnya Bikin Kamu Stres di Tempat Kerja

July, 19 2018 | Glitter

Suka stres mendadak di tempat kerja? Mungkin inilah penyebabnya

Stres di tempat kerja itu nyata adanya. Bnyak hal yang jadi penyebabnya. Mulai dari deadline yang menumpuk, merasa insecure dengan pekerjaan, bos yang banyak menuntut, notifikasi smartphone yang muncul terus menerus.

Memang hal-hal itu membuat kita jadi mudah stres di tempat kerja. Namun, selain beberapa hal yang di sebutkan di atas, 11 hal berikut ini juga menyebabkan stres di tempat kerja lgo.

Glitter sarankan kamu tidak melakukan 11 hal yang membuat stres berikut ini ya.

1. Merasa banyak ketidakpastian di tempat kerja

Ketidakpastian yang dialami di termpat kerja antara lain soal apakah kamu melakukan pekerjaan dengan baik, apakah sudah mendapat kompensasi yang cukup, bagaimana dengan penilaian perusahaan, promosi, atau bahkan tidak yakin dengan tujuanmu bekerja.

Cobalah jujur kepada atasanmu soal apa yang kamu rasakan, dan apa yang membuat kamu merasa insecure. Bisa jadi, itu hanya dalam bayangan terburukmu saja tapi gak benar-benar terjadi di kenyataannya.

Selain itu, menceritakan hal tersebut ke atasan bisa memberikan solusi lain yang membuatmu lebih baik.

Unsplash/Slava Keyzman

2. Gak tahu tujuan bekerja

Banyak perusahaan yang gak menjabarkan dengan jelas apa tujuan dan hasil yang mereka harapkan. Tidak adanya visi yang jelas soal apa yang harus diselesaikan bisa membuat masalah nih.

Banyak karyawan yang merasa putus asa atau tidak yakin soal apa yang harus mereka lakukan. Jadi, carilah ekspektasi atau standar yang jelas yang dapat menjadi capaian mingguan yang harus kamu selesaikan ya.

3. Bekerja di tempat yang berantakan dan kotor

Jika kamu merasa stres tanpa alasan yang jelas, cobalah melihat sekelilingmu. Apakah meja kerjamu sudah bersih dan dirapikan? Jika belum, mungkin itulah penyebabnya kamu merasa stres.

Meja yang berantakan bisa jadi pertanda kalau pikiranmu juga sedang berantakan. Jadi pastikan kamu mengaturnya secara konsisten ya!

Unsplash/Annie Spratt

4. Sulit memanajemen waktu

Ketika kamu bisa memanajemen waktumu, kamu bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan tepat waktu. Tapi jika kamu tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, kamu akan stres.

Pelajarilah cara memanajemen waktu agar bisa lebih produktif dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. 

5. Berkerja terlalu lama

Para pekerja cenderung kehilangan produktivitas jika bekerja terlalu banyak. Beberapa karyawan akhirnya akan frustasi, dan kesehatan fisik mereka akan terganggu. Pada akhirnya, perusahaan menghabiskan lebih banyak uang saat karyawan sakit.

Kamu harus lebih jelas tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu dan memberi mereka waktu yang realistis untuk menyelesaikannya.

Banyak karyawan takut untuk melakukan obrolan ini karena takut mereka dianggap tidak profesional. Padahal membicarakannya sah-sah saja kok.

Unsplash/Thought Catalog

6. Selalu terhubung dengan pekerjaan kapanpun di manapun

Jika kamu berkerja terlalu lama, bisa-bisa kamu melupakan kapan waktu istirahat, dan kapan waktu bekerja.

Otak akan terbiasa dengan memikirkan pekerjaan terus menerus meskipun kamu sudah di rumah, di kamar, di cafe, bahkan saat weekend. Tubuh dan otak membutuhkan istirahat dan jeda dari memikirkan pekerjaan.

Kalau nggak, ya sudah barang pasti stres bakal menghampiri.

7. Mengeluh terus menerus

Sesekali mengeluh itu wajar dan malah disarankan. Itulah cara untuk melatih sikap dan pemikiran kritis. Namun jika mengeluh secara terus menerus, malah bikin diri kita terpengaruh dengan pikiran negatif lho.

Selain berkonotasi negatif, mengeluh bikin kita mudah memandang sesuatu secara pesimis. Bukan gak mungkin lama-kelamaan malah bikin pikiran kita stres.

Unsplash/Daria Nepriakhina

8. Selalu berkata "ya"

Saat diberikan tugas atau pekerjaan oleh atasan, gak jarang mulut otomatis berkata "ya". Tapi jadinya malah menjadi beban yang sangat menumpuk buat diri sendiri.

Bukan berarti kamu harus selalu menolak sih. Tapi ada baiknya menolak secara halus jika memang pekerjaan itu terlalu membebanimu. Misalnya dengan berkata, "saya cek jadwal dan pekerjaan saya yang masih ngantri ya!"

9. Terlalu berekspektasi tinggi dengan performa rekan kerja

Berekspektasi terlalu tinggi memiliki resiko kecewa yang tinggi pula. Dalam hal ini, jika kamu berekspektasi terlalu tinggi ke rekan kerja, namun hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan, bisa jadi boomerang buat dirimu sendiri.

Kamu jadi dibuat kepikiran terus-menerus dan dibuat stres dengan hal itu.

Unsplash/John Schnobrich

10. Menjadikan masalah rekan kerja sebagai masalahmu

Masalah yang dialami oleh rekan kerjamu bukanlah masalahmu. Jadi, berhentilah untuk menganggap itu sebagai masalah yang harus kamu selesaikan pula.

Fokuslah dengan pekerjaanmu terlebih dahulu. Jika rekan kerja mengalami masalah, pastikan apakah dia hanya curhat, ingin mendapatkan feedback atau membutuhkan bantuanmu.

Setelahnya kamu bisa melakukan aksi yang tepat untuk membantunya.

11. Menunda-nunda pekerjaan

Sikap menunda-nunda pekerjaan gak akan membuat pekerjaan itu bisa selesai dengan sendirinya. Jika kamu menunda pekerjaan, justru malah menambah beban kerja dan pikiran lho.

Karena kamu terus dihantui dengan tenggat waktu yang sudah di depan mata. 

Unsplash/Denise Jans

Agar hal ini tidak terjadi, cobalah untuk menghindari diri dari distraksi yang udah menghantuimu seperti smartphone, email, dan suara-suara berisik, sehingga kamu bisa fokus bekerja dan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.

Berbagi Yuk!