GLITTER

Menurut Filsuf, 10 Kebiasaan Harian Ini Akan Mengubah Hidupmu

April, 24 2019 | Glitter

Kebiasaan harian yang kamu lakukan setiap hari akan menentukan skema besar dalam hidupmu

Mengapa satu hari menjadi penting? Mengapa hal yang kamu lakukan hari ini penting untuk skema besar dalam hidupmu? Penyair Heraclitus mengatakan bahwa "satu hari sama dengan setiap hari." Maksudnya setiap hari sama panjangnya dengan hari lain. Terdiri dari jumlah jam yang sama, matahari pun terbit dan terbenam yang sama.

Namun, ia juga bersungguh-sungguh dalam arti para filsuf selalu mengartikan gagasan yang sama. Bahwa jika kamu dapat memperbaiki satu hari, kamu memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidup (dan bahwa kamu harus mencoba untuk menyelesaikan hari ini dengan benar, karena besok tidak ada jaminan).

1. Bersiap untuk Waktu yang Akan Datang

Setiap pagi, kamu harus mempersiapkan, merencanakan, dan merenungkan bagaimana kamu ingin bertindak hari itu. Jangan abaikan itu dan bertindak reaksioner. Susunlah rencana.

Marcus Aurelius bangun di pagi hari dan menulis catatan harian. Mempersiapkan diri untuk menghadapi apa yang akan dia hadapi beberapa jam ke depan. Dia memikirkan orang-orang yang akan dia hadapi, kesulitan yang mungkin dia hadapi (premeditatio malorum), dan cara untuk merespons berbagai keadaan.

Pagi adalah waktu yang tepat untuk membuat jurnal dan menggunakan halaman-halaman dalam jurnal itu untuk mempersiapkan dirimu demi hari yang sukses.

Ingat: Jika kamu melakukan perencanaan yang sulit di pagi hari, tidak ada yang dapat terjadi pada siang hari yang bertentangan dengan harapan atau hal yang terlalu sulit untuk kamu tangani.

2. Jalan-Jalan

TV Show: Rilakkuma and Kaoru

Selama berabad-abad, para pemikir telah berjalan bermil-mil sehari karena mereka harus, bosan, ingin melarikan diri dari kota-kota busuk tempat mereka tinggal, dan karena mereka ingin darah mereka mengalir.

Dalam prosesnya, mereka menemukan efek samping yang penting dari jalan-jalan. Kegiatan ini membersihkan pikiran mereka dan membantu mereka membuat pekerjaan yang lebih baik.

Seperti yang kemudian dikatakan Nietzsche: "Hanya ide yang didapat dari berjalan yang memiliki nilai." Kamu harus berjalan-jalan setiap hari tidak hanya untuk berolahraga tetapi juga untuk manfaat filosofis dan psikologis. Alami pengalaman. Alami keheningan dunia di sekitar. Istirahat.

3. Lakukan Pekerjaan Secara Mendalam

Begitu banyak dari hari kita dihabiskan tanpa arti. Membaca sekilas ini dan itu. Memperhatikan pembicaraan ini atau itu dengan samar-samar. Kamu harus meluangkan waktu, setidaknya satu jam atau lebih sehari untuk melakukan "pekerjaan secara mendalam" sebagaimana disebut oleh Cal Newport.

Lakukan konsentrasi intens dan fokus kognitif di mana ada kemajuan nyata terhadap apa pun yang kita lakukan, baik itu menulis, berpikir, mendesain atau menciptakan sesuatu. Jumlah pekerjaan mendalam yang harus kamu lakukan tergantung padamu sendiri.

Mulailah dengan menutup browser dan mulai lakukan pekerjaan secara mendalam. Jika kamu tidak meluangkan waktu untuk ini, maka itu tidak akan terjadi.

4. Lakukan Kebaikan

TV Show: Rilakkuma and Kaoru

Moto Boy Scouts adalah melakukan pergantian yang baik setiap hari. Seneca menulis bahwa "Di mana pun ada manusia, kita memiliki kesempatan untuk kebaikan." Ya, bahkan untuk orang yang kasar, orang yang bersaing denganmu, serta orang yang kamu kenal dan cintai.

Rekan kerja, pasangan, hingga ojek online adalah orang-orang yang bisa menjadi target untuk melakukan kebaikan. Ini akan membuat kamu merasa lebih baik jika memanfaatkan kesempatan itu.

Hanya seorang yang bijak yang dapat sepenuhnya memenuhi setiap kesempatan dan setiap pertemuan dengan kebaikan. Jadi, mulailah dengan satu hal kecil, lalu praktekkan satu kebaikan setiap hari. Lihat apa yang terjadi.

5. Baca Baca Baca

Baca buku setiap hari. Bahkan hanya untuk beberapa halaman. Seperti yang dikatakan Emerson, setiap buku adalah kutipan dari buku-buku lain, pengalaman, tentang manusia dan peradaban yang datang sebelumnya. Bagaimana mungkin kamu tidak membuka diri terhadap hal ini?

Dan ya, kamu punya waktu! Makanan, sebelum tidur, di kereta, di ruang tunggu, bahkan di smartphone atau komputer. Baca beberapa halaman, baca seluruh buku, tetapi buat komitmen nyata dan tak berkesudahan untuk membaca ya. Karena ada begitu banyak di luar sana yang dapat kamu manfaatkan dari buku.

Biografi. Filsafat. Klasik. Pengembangan diri. Buku tentang perang. Fiksi. Bahkan buku pemasaran dan bisnis. Semua ini akan memperluas perspektif, membantumu menghadapi masalah, memberi inspirasi dan manfaat dari akumulasi kebijaksanaan dan pengetahuan yang ada dalam bacaan.

6. Pikirkan Tentang Kematian

TV Show: Rilakkuma and Kaoru

Shakespeare mengatakan bahwa setiap pemikiran ketiga haruslah tentang kuburan kita nanti. Mungkin itu terlalu berlebihan. Satu pemikiran per hari sudah cukup banyak. Ini dimaksudkan untuk mengingat bahwa kamu adalah fana.

Berapa banyak waktu yang kita buang untuk hal-hal yang tidak penting? Dan mengapa? Suatu hari nanti pun kamu akan mati. Hiduplah selagi bisa.

Kematian tidak membuat hidup menjadi sia-sia tetapi lebih bertujuan. Dan untungnya, kita tidak harus hampir mati untuk memanfaatkan ini.

7. Ucapkan Terima Kasih Kepada yang Baik dan Buruk

The Stoics melihat rasa terima kasih sebagai semacam obat. Mengatakan "Terima kasih" untuk setiap pengalaman adalah kunci kesehatan mental. "Yakinkan dirimu bahwa segala sesuatu adalah karunia para dewa," begitulah yang dikatakan Marcus Aurelius, "bahwa segala sesuatu baik dan akan selalu ada."

Ucapkan terima kasih kepada orang yang kasar, untuk masalah yang datang, paket yang datang terlambat, misalnya. Mengapa? Karena sebagai permulaan mungkin ini baru saja menyelamatkanmu dari sesuatu yang jauh lebih buruk, tetapi kebanyakan karena kamu tidak punya pilihan dalam masalah ini.

Epictetus mengatakan bahwa setiap situasi memiliki dua pegangan: Mana yang akan kamu pertahankan? Kemarahan atau apresiasi? Dendam atau terima kasih?

8. Lakukan Review Setiap Hari

TV Show: Rilakkuma and Kaoru

Jika kamu perlu bersiap di pagi hari, sekarang kamu perlu bercermin di malam hari. Cara terbaik untuk meningkatkan diri adalah dengan melakukan refleksi diri. Jadi, setiap malam kamu perlu merenungi hari dan tindakan yang kamu lakukan.

Apakah saya mengikuti rencana saya untuk hari ini? Apakah saya cukup siap? Apa yang bisa saya lakukan agar lebih baik? Apa yang telah saya pelajari hari ini namun bisa membantu saya besok?

9. Temukan Cara untuk Terhubung ke Sesuatu yang Besar

Kekhawatiran dan kecemasan kehidupan sehari-hari akan terasa hilang ketika kita berdiri di hadapan lautan atau berjalan di taman yang indah. Kita tidak harus menunggu liburan tahunan untuk mendapatkan kelegaan dan perspektif semacam ini. Kita perlu mendapatkannya setiap hari.

Marcus Aurelius akan menatap bintang-bintang dan membayangkan dirinya berlari di sisinya. Dia akan melihat mereka karena keabadian dan ketidakterbatasan mereka. Cobalah malam ini atau dini hari dan jadikan itu sebagai latihan sehari-hari.

Pandangan sekilas ke hamparan langit yang indah adalah penangkal kepicikan yang mengganggu, kekhawatiran duniawi, hingga impian akan keabadian atau ketenaran. Tetapi kamu dapat menemukan koneksi ini dari banyak sumber. Sebuah puisi, misalnya.

Lihatlah pemandangan dari lantai paling atas. Berjalanlah tanpa alas kaki di atas rumput. Duduk beberapa menit di rumah ibadah. Temukan saja sesuatu yang lebih besar dari dirimu dan menghubungkannya setiap hari.

10. Tidur Delapan Jam Sehari

TV Show: Rilakkuma and Kaoru

Schopenhauer mengatakan bahwa tidur adalah bunga yang kita bayar atas pinjaman jiwa. Itu yang membuat kita tetap hidup. Jagalah tidurmu dengan hati-hati, karena itu adalah kewajiban. Semua kebiasaan dan praktik lain yang tercantum di sini menjadi tidak relevan jika kamu tidak memiliki energi dan kejernihan pikiran untuk melakukannya.

Berbagi Yuk!