GLITTER

Kepergian Kate Spade Jadi Bukti Kalau Penyakit Mental Memang Tak Kenal Usia

June, 6 2018 | Glitter

Itulah mengapa menjaga kesehatan mental amat sangat penting

Kepergian salah satu desainer mode terbaik di Amerika Serikat, Kate Spade mengguncangkan dunia mode di seluruh dunia. Kepolisian New York mengabarkan bahwa Spade meninggal dunia di apartemennya dalam keadaan kain yang melingkari lehernya. Ini memperkuat dugaan bahwa Spade meninggal karena gantung diri.

Tidak ada yang tahu pasti alasan mengapa wanita berusia 55 tahun tersebut bunuh diri. Yang pasti bunuh diri hampir selalu disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi tekanan hidup. Baik itu dari dalam diri, ataupun faktor dari luar.

Penyakit mental bisa menyerang siapa saja dengan latar belakang apa saja

Pexels/Tatiana

Isu kesehatan mental yang kini melanda masyarakat semakin tak kenal gender, latar belakang, bahkan usia. Kaya ataupun miskin, siapa saja bisa mengalami depresi tanpa kenal tempat dan waktu. Bahkan mereka yang terlihat cerita atau baik-baik saja sekalipun. Kate Spade telah membuktikannya.

Jika melihat keadaan Spade beberapa tahun belakangan, rasanya tidak ada yang kurang dari hidupnya. Terutama dari segi materil, kesuksesan dan popularitas.

Pada tahun 1999, Spade pernah menjual 56% saham dari perusahaannya kepada Department Store Amerika ternama yakni Neiman Marcus sebesar 33.6 juta dollar AS.

Mei 2017 lalu, brand fashion ternama dunia, Coach mengadopsi merek Kate Spade ke dalam koleksinya dengan harga 2.4 miliar dollar AS.

Apalagi tempat tinggal yang dipilih Spade tak main-main yakni apartemen Park Avenue, Upper East Side yang harga per unitnya mencapai 7 sampai 95 juta dollar AS.

Dengan penghasilan dan kekayaannya, memang sulit mengira alasan Spade memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Hanya Spade, orang terdekat, atau bahkan hanya ia dan Tuhan yang tahu alasannya.

Jaga kesehatan mental diri sendiri dan orang-orang sekitar

Pexels/rawpixel.com

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita untuk menjaga kesehatan mental yang kita miliki sama seperti saat menjaga kesehatan fisik. Jangan sepelekan kesehatan mental, stres, perasaan tertekan atau depresi yang dialami dirimu atau orang-orang sekitarmu.

Segera cari pertolongan dengan mencari teman curhat, berbagi cerita kepada orang yang dipercaya, atau ke berkonsultasi psikiater jika kamu mengalami stres atau depresi berkepanjangan. Tidak ada yang harus ditakuti untuk datang ke psikiater kok. Percayalah bahwa kamu bukanlah satu-satunya yang mengalami tekanan hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, lakukanlah hal yang menyenangkan perasaanmu, kerjakan hobi, jaga hubungan dengan orang-orang yang positif dan peduli terhadapmu.

Jika penyakit mental sedang dialami orang-orang sekitarmu, hanya ada satu hal yang perlu kamu ingat selalu: jadilah pendengar yang baik.

Saat teman atau saudaramu ada masalah, dengarkan ceritanya dengan seksama. Meski kamu belum memiliki solusi yang tepat, namun dengan menjadi pendengar yang baik, penyakit mental yang dialami seseorang bisa saja amat berkurang atau pulih secara berkala.

Berbagi Yuk!