GLITTER

7 Cara Memulai Kebiasaan Menulis Rasa Syukur di Jurnal

January, 17 2019 | Glitter

menulis rasa syukur di jurnal punya banyak manfaat untuk kesehatan mental kita

Kebiasaan merenungkan apa yang kita syukuri benar-benar dapat mengantar kita pada kehidupan yang lebih bahagia dan lebih puas. Yang kamu perlukan hanyalah sedikit waktu luang dan jurnal untuk menulis rasa terima kasih yang terekam dalam pikiran.

Menulis rasa syukur di jurnal tidak berbeda dengan buku harian yang kamu simpan saat remaja, tetapi bukan menulis pikiran acak tentang aktivitas harian, melainkan hal-hal yang kamu syukuri, besar atau pun kecil. Jurnal berisi rasa syukur setiap orang akan berbeda satu sama lain. Beberapa orang hanya akan menulis tentang hari mereka sementara yang lain mungkin memilih kutipan yang mengandung rasa terima kasih.

Bagian terpenting adalah kamu perlu memilih jadwal yang sesuai sehingga dapat menjadikannya bagian dari gaya hidup. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu memulai jurnal rasa syukur dan menjadikannya kebiasaan yang mudah dilakukan.

1. Pilih Jurnal

memilih jurnal

Langkah pertama (dan termudah) untuk memulai kebiasaan menulis jurnal rasa syukur adalah dengan memilih jurnal yang kamu sukai. Saat memilih jurnal, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Apakah kamu lebih suka menulis dalam jurnal fisik atau merekam pikiran secara digital? Apakah kamu akan membawanya ke manapun atau menyimpannya di satu tempat? Apakah kamu ingin halamannya bergaris atau tidak bergaris?

Ini semua adalah faktor yang berkontribusi pada pilihan jurnal yang paling tepat untukmu. Jurnal tradisional menawarkan fleksibilitas paling tinggi karena jurnal ini tahan lama dan mudah dibawa-bawa, tetapi untuk kecepatan atau mencatat pengingat sehari-hari, buku catatan bisa menjadi pilihan yang sama hebatnya untuk merekam pikiranmu.

Apa pun yang kamu pilih, pertimbangkan apakah kamu akan menggunakannya secara khusus untuk menulis rasa syukur atau untuk perencanaan harian juga. Terkadang jurnal baru dapat menginspirasi kamu untuk mulai menulis.

2. Fokus pada Manfaat Jurnal Rasa Syukur

Memahami alasan kamu menulis jurnal rasa syukur akan membuat proses ini lebih mudah dipatuhi dibandingkan dengan langsung melakukan kebiasaan baru ini. Misalnya, kamu tahu kamu harus menyikat gigi demi mencegah gigi berlubang. Hal yang sama berlaku untuk jurnal rasa syukur.

Beberapa manfaat dari jurnal rasa syukur antara lain membuat tingkat stres yang lebih rendah, rasa tenang yang lebih besar dan tingkat kejelasan yang baru. Kamu akan belajar lebih banyak tentang dirimu dalam proses ini dan mendapatkan perspektif baru yang memungkinkan kamu mengenali hal-hal yang tersembunyi dalam hidup.

Saat kamu melanjutkan kegiatan ini terus-menerus, kamu dapat memfokuskan waktu dan energi dengan hal-hal yang benar-benar membuatmu bahagia.

3. Tetapkan Waktu Luang untuk Menulis

waktu luang untuk menulis

Menemukan waktu untuk menulis rasa syukur di jurnal mungkin sulit pada awalnya karena ini merupakan hal baru. Tetapi lain halnya jika menulis jurnal sudah menjadi rutinitas dan kebiasaan. Cobalah melekatkannya pada kebiasaan yang sudah ada seperti minum kopi di pagi hari atau membaca sebelum tidur.

Melakukan ini secara otomatis akan memberimu waktu khusus untuk menulis. Juga, ubah pola pikir dan camkan itu sebagai sesuatu yang ingin kamu lakukan, bukan sebagai tugas. Di sini, konsistensi adalah kuncinya. Jika menulis setiap hari adalah yang kamu mau, maka lakukanlah. Tetapi jika kamu hanya bisa melakukannya seminggu sekali, juga tidak masalah. Selama kamu rutin menulis di jurnal secara teratur, kamu akan mulai memperhatikan manfaatnya.

4. Mulailah dengan Topik yang Dianjurkan

Jika kamu baru mengenal jurnal rasa syukur, cobalah menulis tentang petunjuk sederhana ini untuk membuat ungkapan rasa terima kasih mengalir.

  • Tulis saat kamu bersyukur atas sesuatu yang dilakukan orang terkasih untukmu.
  • Sebutkan 3 hal konyol yang dilakukan teman-temanmu hari ini.
  • Apa tiga cara untuk berterima kasih kepada seseorang tanpa mengucapkan "terima kasih"?
  • Apa hal unik dalam dirimu yang kamu syukuri?
  • Lihat ke luar jendela, apa yang kamu syukuri di luar sana?
  • Pikirkan tentang pakaian yang kamu kenakan atau rumah tempat kamu tinggal.
  • Jika kamu harus menyerahkan semua harta benda kecuali tiga hal, sebutkan tiga hal yang akan kamu simpan dan mengapa?
  • Tulis catatan terima kasih untuk dirimu sendiri.
  • Pilih foto acak, dan tulis alasan kamu berterima kasih atas memori itu.
  • Tulis tentang sesuatu yang kamu tunggu-tunggu.
  • Tulis tentang sesuatu yang tidak kamu miliki setahun yang lalu, namun kamu miliki sekarang.
  • Renungkan saat kamu melakukan kesalahan dan apa yang kamu pelajari dari kesalahan tersebut.
  • Apa yang kamu syukuri tentang pengalaman belajar?
  • Tulis alasan mengapa kamu harus berterima kasih atas rumah yang kamu tempati — ini dapat membantu menginspirasi untuk memperluas pemikiran.
  • Pikirkan kembali saat terakhir kamu tertawa sampai menangis, dan tulis tentang hal itu.
  • Sebutkan tiga hal yang membuat kamu tersenyum minggu ini.
  • Pikirkan tentang seseorang yang membantu membentuk dirimu hari ini, dan tulis arti mereka bagimu.
  • Pikirkan saat kamu dapat membantu orang lain.
  • Sebutkan tiga orang yang membantumu saat melalui situasi yang sulit.
  • Sebutkan seseorang yang melakukan sesuatu yang baik untukmu tanpa pamrih.

5. Pikirkan Topik Baru

mencari topik untuk jurnal

Bahkan setelah kamu berhasil membuat jurnal, mungkin sulit untuk memikirkan hal-hal baru untuk ditulis. Jika kamu sudah menulis tentang topik tertentu, pikirkan sudut pandang baru. Misalnya, jika sudah menulis tentang hal yang kamu syukuri atas pasangan, cobalah melihatnya dari sudut pandang orang lain. Kamu mungkin menemukan hal-hal baru untuk ditulis seperti "Saya berterima kasih atas cara dia memperlakukan orang lain."

Kamu dapat menulis tentang apa pun, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya. Jika kamu masih bingung, berikut adalah beberapa ide jurnal rasa syukur yang tak terduga.

Tentang orang-orang:

  • Seseorang yang belum pernah kamu ajak bicara
  • Seseorang yang tinggal jauh
  • Rekan kerja
  • Seseorang yang sulit bergaul
  • Seorang musisi, penulis, atau artis yang karyanya secara khusus mengilhamimu
  • Orang asing yang membuat harimu baik

Tentang hal-hal sederhana:

  • Kopi pagi
  • Makanan favoritmu
  • Hal-hal yang kamu gunakan setiap hari
  • Pekerjaanmu
  • Kegiatan atau hobi yang kamu nikmati
  • Tubuhmu
  • Penciuman, penglihatan, rasa, dll.

Tempat yang disyukuri:

  • Kota tempat kamu tinggal
  • Tujuan liburan favoritmu
  • Meja kerja
  • Tempat tidur
  • Memarkir taman di kota asal
  • Toko favorit

Gagasan

  • Tradisi keluarga
  • Momen konyol
  • Perjuangan yang kamu hadapi
  • Perubahan terbaru dalam hidup
  • Prestasi baru-baru ini
  • Musim ini
  • Sesuatu yang baru kamu pelajari baru-baru ini

6. Temukan Cara Terbaik

Salah satu bagian dari jurnal rasa syukur yang paling membebaskan adalah ketika tidak ada aturan di dalamnya. Kamu bisa menulis semua tentang minat dan apa yang membuatmu bahagia. Suka mencorat-coret? Belilah jurnal dengan halaman kosong dan tidak bergaris sehingga kamu bisa menulis catatan dengan gambar.

Jika kamu tipe orang yang visual, latih keterampilan foto dan tempel cetakannya ke jurnal untuk membuat kolase jurnal rasa syukur. Ketika kamu sudah lebih nyaman dengan rutinitas ini, pertimbangkan untuk melibatkan pasangan dan anak-anakmu. Bagikan hal-hal yang kamu syukuri di meja makan atau jadikan itu bagian dari rutinitas tidur malam. Ini akan menjadi waktu keluarga yang berkualitas dan akan membantumu bertanggung jawab.

7. Mengeceknya Secara Teratur

mengecek jurnal

Kamu perlu memeriksa kalau praktik ini baik untuk diri sendiri. Apakah kamu merasa berbeda setelah satu minggu menulis jurnal tentang rasa syukur? Satu bulan? Satu tahun? Pikirkan bagaimana kebahagiaanmu meningkat dari waktu ke waktu. Mungkin interaksimu dengan orang lain telah membaik atau komunikasimu menjadi lebih positif.

Jika kamu perlu mengingat sesuatu, lihat kembali halaman lama dari jurnalmu untuk melihat seberapa jauh perjalananmu. Merenungkan hal-hal yang kamu syukuri akan membiasakanmu mengungkapkan rasa terima kasih itu kepada orang lain.

Jangan terlalu berkecil hati ketika memulai jurnal. Karena memang perlu waktu untuk menciptakan kebiasaan baru. Namun efek positifnya tidak ada habisnya. Yuk mulai menulis rasa syukur di jurnal!

Berbagi Yuk!