GLITTER

8 Hal yang Terjadi Pada Tubuhmu Saat Mengalami Dehidrasi

June, 1 2018 | Glitter

Jangan disepelekan ya!

Kamu mungkin sudah bosan mendengar nasihat untuk minum air putih minimal 8 gelas per hari. Meski sebenarnya nasihat tersebut sangatlah penting untuk diterapkan. Karena jika tidak, tubuh akan mengalami dehidrasi.

Gejalanya sendiri seringkali muncul dengan jelas. Tubuh akan membuat reaksi-reaksi yang menandakan kalau dia sedang kekurangan cairan. Memangnya apa saja sih hal yang terjadi pada tubuhmu saat mengalami dehidrasi? Simak 8 diantaranya berikut ini ya!

1. Kelelahan dan gampang capek

Jika kita kehilangan cairan melalui keringat, sering buang air kecil, diare atau muntah, tubuh memerlukan cairan pengganti sehingga darah kita tetap lancar dan mengalir.

Kalau cairan gak diganti, darah menjadi kental dan jantung harus bekerja lebih keras untuk mengantarkan oksigen ke organ utama.

Tubuh akhirnya harus mengarahkan darah ke otot daripada kulit, dan tubuh tidak dapat membaurkan panas. Panas internal tubuh inilah yang membuat kita merasa lelah dan lesu.

Hal ini juga bisa menyebabkan sakit kepala. Jangan membuat tubuh kamu bekerja lebih keras daripada yang seharusnya ya!

2. Kulit menjadi kering

pexels/pixabay

Salah satu cara paling efektif untuk mengetahui apakah kamu mengalami dehidrasi adalah dengan memperhatikan keadaan kulit. Jika kulitmu keriput, retak, kusam dan kering sepanjang waktu, kemungkinan besar kamu perlu mulai minum lebih banyak air.

Kulit kering dan kulit dehidrasi bukanlah hal yang sama. Jika kulit kamu biasanya memang kering, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tetapi jika kulit kamu kelihatan kering yang gak normal, maka sel kulit dan organ tubuhmu yang lainnya tidak mendapatkan cukup air dan kamu perlu minum segera.

Jika sedang berpuasa, kamu tetap bisa melakukan perawatan dari luar dan dalam agar kulit tetap glowing dan terjaga kelembabannya.

3. Mengalami sembelit

Sama seperti bagian tubuh lainnya, kotoran utama kita terdiri dari air. Saat kotoran dalam tubuhmu bergerak ke usus besar, reabsorpsi air dari kotoran berlangsung.

Tapi ketika tubuh mengalami dehidrasi, usus besar menyerap lebih banyak air daripada yang seharusnya sehingga mengurangi sebagian besar kotoran yang tersimpan di usus besar. Itu berarti dibutuhkan lebih lama bagi tinja untuk bergerak melalui usus besar.

Memang jorok dan kotor, tapi kamu perlu mengenali konstipasi akibat dehidrasi. Jika mengalami konstipasi terlalu lama, bakteri berlebih mulai terbentuk di usus besar.

Ketika dibiarkan di sana, usus besar dapat menyerap kembali bakteri dan limbah yang tubuhmu. Hiii!

4. Kram otot

pexels/burst

Berolahraga dan berkeringat tanpa mengganti cairan yang hilang sama dengan mengundang bencana. Seperti disebutkan sebelumnya, darah harus mengambil cairan dari bagian tubuh lain saat air tidak dimasukkan kembali ke sistemnya.

Hal ini membuat darah lebih tebal dan tubuh cenderung tidak berfungsi dengan benar. Darah yang bergerak lambat mungkin tidak bisa mencapai otot pada waktunya, sehingga menyebabkan kram.

5. Sering buang air kecil dan batu ginjal

Semakin sedikit air yang kamu minum, semakin sedikit pula kamu akan buang air kecil. Semakin sedikit kencingmu, semakin besar kemungkinan kamu akan mengalami penyakit batu ginjal. Batu ginjal adalah penumpukan mineral dalam urin yang disebabkan oleh dehidrasi dan dapat dipercepat oleh asupan kafein dan sodium.

Batu ginjal hanya bisa dicegah dengan mengganti menu makanan seseorang. Minum rata-rata 8 gelas air per hari adalah cara terbaik untuk melawan batu ginjal. 

6. Mulut kering dan bau mulut

pexels/burst

Bila kamu terus-menerus mengalami dehidrasi, mulut tidak menghasilkan cukup air liur. Sementara air liur memiliki khasiat antibakteri dan bisa membunuh kuman dan bau nafas saat kamu terhidrasi dan sehat.

Jika tidak menghasilkan cukup air liur di mulut, bakteri akan terus tumbuh dan salah satu efek sampingnya adalah bau mulut dari dehidrasi kronis.

Jika selama ini kamu mengalami bau mulut, hati-hati deh. Kemungkinan itu karena kamu mengalami dehidrasi.

7. Disfungsi hati, ginjal dan usus

Tidak cukup minum air putih bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Dehidrasi menyebabkan toksin terbentuk di dalam tubuh karena jarang buang air kecil dan toksin inilah yang menghambat fungsi organ tubuh.

Hati bekerja untuk menyaring racun dalam darah. Tapi jika orang tersebut mengalami dehidrasi dan darahnya terlalu kental, maka hati tidak bisa menyaring dengan benar, sehingga bisa menyebabkan masalah besar pada saluran.

Kecuali kamu memang memiliki masalah medis terkait hati yang sudah ada sebelumnya. Selalu periksa warna urin untuk melihat seberapa terhidrasi kamu. Semakin terang warnanya, semakin baik.

8. Mudah merasa lapar

pexels/bruce mars

Ketika kamu mengalami dehidrasi, beberapa organ seperti hati tidak dapat menyerap cukup air untuk melepaskan cairan glikogen dan energi yang membuat kamu ngidam makanan dan merasa lapar.

Parahnya lagi makanan yang kamu idamkan saat mengalami dehidrasi seringkali yang mengandung sodium atau kafein yang bisa membuat dehidrasi semakin buruk.

Jika kamu mengidamkan makanan tertentu, pilihlah buah dan sayuran yang memiliki kadar air tinggi. Atau cukup minum segelas air dan lihat respon tubuhmu sesudahnya. Karena bisa jadi dia hanya menginginkan air.

Jadi, masih mau malas minum? Air putih itu murah, mudah, dan alami kok!

Berbagi Yuk!